KURIKULUM 2013
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN (RPP)
|
Nama Sekolah : _______________________________
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 1
Nama Guru : _______________________________
NIP / NIK : _______________________________
|
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama
Sekolah :
Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program
Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi
Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (C2)
Mata
Pelajaran : Gambar Teknik Otomotif
Kelas
/ Semester : XI / I
Tahun
Pelajaran :
Jam
Pelajaran : 20 JP (@ 45 Menit)
A. KompetensiInti
KI-3
(Pengetahuan) :
|
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi
tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik
Kendaraan Ringan Otomotif. Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional
|
KI-4
(Keterampilan) :
|
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat,
informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah
sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan
Ringan Otomotif. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
|
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
Kompetensi
KompetensiDasar
|
Indikator Pencapaian
Kompetensi
|
3.3 Menerapkan cara
perawatan transmisi otomatis
4.3 Merawat
berkala transmisi otomatis
|
3.3.1 Menentukan cara perawatan
transmisi otomatis
3.3.2 Menentukan cara pemeriksaan
minyak pelumas transmisi otomatis
4.3.1 Melakukan perawatan
transmisi otomatis
4.3.2 Mengontrol kafasitas minyak transmisi otomatis
4.3.3 Mengontrol
tekanan minyak pada system transmisi otomatis
|
C. Tujuan Pembelajaran
·
Melalui
langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan
pendekatan saintifik peserta didik menerapkan cara
perawatan transmisi otomatis, mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara,
mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami,
menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi),
·
Melalui
langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan
pendekatan saintifik peserta didik merawat berkala transmisi otomatis, mengajukan
pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data,
menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi
keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur,
santun, dan tanggungjawab).
D. Materi Pembelajaran
Materi Faktual
dapat diamati
dengan indera atau alat
|
· Transmisi Otomatis
· Torque Coverter.
· N(Neutral)
· P(Park)
· D(Dive)
· R(Reverse)
· Transmisi Manumatic
· Transmisi Tip tronic
· Transmisi CVT (Continusly Variable Transmission)
|
Materi Konseptual
Gabungan antar
fakta-fakta yang saling berhubungan
|
· Perawatan transmisi
otomatis
|
Materi Prinsip
Generalisasi hubungan
antar konsep-konsep yang saling terkait
|
· Prosedur dan teknik
perawatan transmisi otomatis
· Teknik perawatan
transmisi otomatis
· Prosedur pengecekan
hasil perawatan transmisi otomatis
|
Materi Prosedural
Sederetan langkah
yang sistematis dalam menerapkan prinsip
|
· Melakukan perawatan
transmisi otomatis
· Mengontrol kafasitas minyak transmisi otomatis
· Mengontrol tekanan
minyak pada system transmisi otomatis
|
E. Pendekatan, Strategi dan Metode
· Pendekatan :
Saintifik
· Metode :
Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan
· Model :
Problem Based Learning
F. Alat dan Media Pembelajaran
· Vidio Pembelajaran.
· Slide Powerpoint.
· LCD Proyektor.
G. SumberBelajar
· Hand Out
· Internet
H. Kegiatan
Pembelajaran
Pertemuan
Pertama ( 2 x 45 Menit )
Tahap
pemebelajaran
|
Sintaks
Model Pembelajaran
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Langkah Saintifik
|
PPK
|
Waktu
|
||||
M
1
|
M
2
|
M
3
|
M
4
|
M
5
|
|||||
Pendahuluan
|
·
Melakukan
pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
|
Religiositas
|
|||||||
·
Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
|
Disiplin
|
||||||||
·
Menyiapkan
fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
|
ü
|
||||||||
· Memberikan
gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
|
ü
|
Rasa ingin
tahu
|
|||||||
· Menyampaikan
tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
|
ü
|
||||||||
· Mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan Materi sebelumnya,
|
ü
|
Literasi
|
|||||||
·
Guru
menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar.
|
ü
|
||||||||
Inti
|
Stimulus
|
· Guru menampilkan tayangan
tentang Prosedur dan teknik perawatan transmisi otomatis
|
ü
|
||||||
· Siswa
mengamati dan
memahami tayangan
tentang Prosedur dan teknik perawatan transmisi otomatis
|
|||||||||
Identifikasi masalah
|
· Guru menanyakan maksud dari
tayangan tentang Prosedur dan
teknik perawatan transmisi otomatis
|
||||||||
· Siswa secara berkelompok
mendiskusikan tentang Prosedur dan teknik perawatan transmisi otomatis
|
|||||||||
Pengumpulan
data
|
·
Guru meminta siswa mengali informasi tentang Prosedur
dan teknik perawatan transmisi otomatis
|
||||||||
·
Siswa
menggali informasi tentang tentang Prosedur dan teknik perawatan transmisi
otomatis
|
ü
|
||||||||
Pembuktian
|
·
Guru
memberikan
beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Prosedur dan teknik perawatan transmisi
otomatis
|
ü
|
|||||||
·
Siswa
menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara
berkelompok.
|
ü
|
||||||||
Menarik
kesimpulan
|
·
Siswa
menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Prosedur dan teknik
perawatan transmisi otomatis
|
ü
|
|||||||
·
Siswa
lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Prosedur dan
teknik perawatan transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
·
Siswa
menerima tanggapan dari siswa lain dan guru
|
ü
|
||||||||
·
Siswa menyimpulkan materi tentang Prosedur dan teknik
perawatan transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
Penutup
|
· Guru menyimpulkan pelajaran
yang sudah dibahas
|
||||||||
· Guru
melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis.
|
|||||||||
·
Guru
memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya.
|
Tanggung jawab
|
||||||||
·
Siswa
melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan.
|
Disiplin
|
||||||||
·
Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai
pembelajaran.
|
Religiositas
|
||||||||
Pertemuan Kedua
( 2 x 45 Menit )
Tahap
pemebelajaran
|
Sintaks
Model Pembelajaran
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Langkah Saintifik
|
PPK
|
Waktu
|
||||
M
1
|
M
2
|
M
3
|
M
4
|
M
5
|
|||||
Pendahuluan
|
·
Melakukan
pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
|
Religiositas
|
|||||||
·
Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
|
Disiplin
|
||||||||
·
Menyiapkan
fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
|
ü
|
||||||||
· Memberikan
gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
|
ü
|
Rasa ingin
tahu
|
|||||||
· Menyampaikan
tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
|
ü
|
||||||||
· Mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan Materi sebelumnya,
|
ü
|
Literasi
|
|||||||
·
Guru
menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar.
|
ü
|
||||||||
Inti
|
Stimulus
|
· Guru menampilkan tayangan
tentang Teknik perawatan Komponen transmisi otomatis
|
ü
|
||||||
· Siswa
mengamati dan
memahami tayangan
tentang Teknik perawatan Komponen transmisi otomatis
|
|||||||||
Identifikasi masalah
|
· Guru menanyakan maksud dari
tayangan tentang Teknik
perawatan Komponen transmisi otomatis
|
||||||||
· Siswa secara berkelompok
mendiskusikan tentang Teknik perawatan Komponen transmisi otomatis
|
|||||||||
Pengumpulan
data
|
·
Guru meminta siswa mengali informasi tentang Teknik
perawatan Komponen transmisi otomatis
|
||||||||
·
Siswa
menggali informasi tentang tentang Teknik perawatan Komponen transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
Pembuktian
|
·
Guru
memberikan
beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Teknik perawatan Komponen transmisi
otomatis
|
ü
|
|||||||
·
Siswa
menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara
berkelompok.
|
ü
|
||||||||
Menarik
kesimpulan
|
·
Siswa
menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Teknik perawatan Komponen
transmisi otomatis
|
ü
|
|||||||
·
Siswa
lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Teknik
perawatan Komponen transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
·
Siswa
menerima tanggapan dari siswa lain dan guru
|
ü
|
||||||||
·
Siswa menyimpulkan materi tentang Teknik perawatan
Komponen transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
Penutup
|
· Guru menyimpulkan pelajaran
yang sudah dibahas
|
||||||||
· Guru
melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis.
|
|||||||||
·
Guru
memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya.
|
Tanggung jawab
|
||||||||
·
Siswa
melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan.
|
Disiplin
|
||||||||
·
Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai
pembelajaran.
|
Religiositas
|
||||||||
Pertemuan
Ketiga ( 2 x 45 Menit )
Tahap
pemebelajaran
|
Sintaks
Model Pembelajaran
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Langkah Saintifik
|
PPK
|
Waktu
|
||||
M
1
|
M
2
|
M
3
|
M
4
|
M
5
|
|||||
Pendahuluan
|
·
Melakukan
pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
|
Religiositas
|
|||||||
·
Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
|
Disiplin
|
||||||||
·
Menyiapkan
fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
|
ü
|
||||||||
· Memberikan
gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
|
ü
|
Rasa ingin
tahu
|
|||||||
· Menyampaikan
tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
|
ü
|
||||||||
· Mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan Materi sebelumnya,
|
ü
|
Literasi
|
|||||||
·
Guru
menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar.
|
ü
|
||||||||
Inti
|
Stimulus
|
· Guru menampilkan tayangan
tentang Prosedur pengecekan hasil perawatan berkala transmisi otomatis
|
ü
|
||||||
· Siswa
mengamati dan
memahami tayangan
tentang Prosedur pengecekan hasil perawatan berkala transmisi otomatis
|
|||||||||
Identifikasi masalah
|
· Guru menanyakan maksud dari
tayangan tentang Prosedur
pengecekan hasil perawatan berkala transmisi otomatis
|
||||||||
· Siswa secara berkelompok
mendiskusikan tentang Prosedur pengecekan hasil perawatan berkala transmisi
otomatis
|
|||||||||
Pengumpulan
data
|
·
Guru meminta siswa mengali informasi tentang
Prosedur pengecekan hasil perawatan berkala transmisi otomatis
|
||||||||
·
Siswa
menggali informasi tentang tentang Prosedur pengecekan hasil perawatan
berkala transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
Pembuktian
|
·
Guru
memberikan
beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Prosedur pengecekan hasil
perawatan berkala transmisi otomatis
|
ü
|
|||||||
·
Siswa
menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara
berkelompok.
|
ü
|
||||||||
Menarik
kesimpulan
|
·
Siswa
menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Prosedur pengecekan hasil
perawatan berkala transmisi otomatis
|
ü
|
|||||||
·
Siswa
lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Prosedur
pengecekan hasil perawatan berkala transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
·
Siswa
menerima tanggapan dari siswa lain dan guru
|
ü
|
||||||||
·
Siswa menyimpulkan materi tentang Prosedur
pengecekan hasil perawatan berkala transmisi otomatis
|
ü
|
||||||||
Penutup
|
· Guru menyimpulkan pelajaran
yang sudah dibahas
|
||||||||
· Guru
melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis.
|
|||||||||
·
Guru
memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya.
|
Tanggung jawab
|
||||||||
·
Siswa
melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan.
|
Disiplin
|
||||||||
·
Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai
pembelajaran.
|
Religiositas
|
||||||||
I.
Penilaian Pembelajaran
·
Penilaian Skala Sikap
·
Teknik penilaian :
Observasi : sikap religiius dan sikap
sosial
·
Bentuk penilaian :
lembar pengamatan
·
Instrumen penilaian :
jurnal (terlampir)
·
Pengetahuan
·
Jenis/Teknik tes :
tertulis, lisan,dan Penugasan
·
Bentuk tes :
uraian
·
Instrumen Penilaian : (terlampir)
·
Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian :
·
Praktik/Performence
·
Fortofolio
·
Instrumen
Penilaian : (terlampir)
Remedial
Bagi
peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru
bisa memberikan soal tambahan misalnya.
CONTOH PROGRAM REMIDI
Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata
Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan
Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal
Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk
Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi
Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD /
Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
No
|
Nama
Peserta Didik
|
Nilai
Ulangan
|
Indikator
yang Belum Dikuasai
|
Bentuk
Tindakan Remedial
|
Nilai
Setelah Remedial
|
Keterangan
|
1
|
||||||
2
|
||||||
3
|
||||||
4
|
||||||
5
|
||||||
6
|
||||||
dst
|
Pengayaan
Guru
memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
1.
Membaca
buku-buku tentang materi yang relevan.
2.
Mencari
informasi secara online tentang materi
3.
Membaca
surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi
4.
Mengamati
langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar.
.............……..,.....................
Mengetahui
Kepala Sekolah …………. Guru
Mata Pelajaran
…………………………… ……………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.
Catatan Kepala
Sekolah
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
Lampiran
Materi Pembelajaran
Merawat Transmisi Otomatis
Bicara mobil matik, asosiasinya langsung mengarah pada kendaraan yang
nyaman. Ketidakhadiran pedal kopling, membuat kenyamanan mengendarai pada
‘belantara’ kemacetan menjadi hal menyenangkan.
Untuk mengimbangi kenyamanan hal tersebut, upaya perawatan menjadi konsekuensi logis. Secara keseluruhan, perawatan mobil jenis ini tidak begitu berbeda dengan manual atau konvensional lainnya.
“Rumus untuk merawat transmisi otomatis hanyalah menjaga kebersihan pelumas. Artinya, tentu dengan rajin menganti pelumas secara berkala. Apalagi bila sering melewati jalan macet, tentu kerja pelumas kian berat dan akan cepat kotor,” papar Tjahja Tandjung dari Toda Racing.
Komponen transmisi otomatis yang menjadi krusial diperhatikan adalah transisi. Perangkat inilah yang menjadi prioritas dalam perawatan yang sesuai dengan prosedur, termasuk di dalamnya pelumas yang dibutuhkan, yaitu Automatic Transmission Fluid (ATF).
Fungsinya tidak hanya melumasi, tapi lebih dari itu. Prinsip kerja hidraulik dalam transmisi otomatis butuh ATF untuk mengatur pindah gigi dan kerja pelat kopling.
Rekomendasi produsen mobil, penggantian oli transmisi (ATF) rata-rata 40.000–100.000 kilometer. Namun beberapa bengkel spesialis matik menganjurkan untuk mengganti pelumas transmisi matik antara 20.000-25.000 kilometer.
Tidak kalah penting adalah kesesuaian pelumas dengan transmisi matik yang
digunakan. Jangan sampai salah pelumas. Sementara untuk jumlah (liter),
tergantung dari masing-masing mobil bersangkutan. Harganya pun beragam, mulai
dari Rp 70–170 ribu per liter di pasaran.
Penggunaan yang tepat
Selain perawatan, perilaku yang tepat dan benar juga diperlukan untuk menjaga usia pakai mobil bersangkutan. Sejatinya, perawatan matik yang tepat, bisa dimulai dari perilaku keseharian mengendarai matik.
Untuk kondisi jalan menanjak atau mendaki yang cukup curam, pindahkan tuas persneling ke posisi L (Low), agar transmisi mengunci di gigi 1. Beberapa mobil kerap menempatkan mode L dengan 1.
Selain perawatan, perilaku yang tepat dan benar juga diperlukan untuk menjaga usia pakai mobil bersangkutan. Sejatinya, perawatan matik yang tepat, bisa dimulai dari perilaku keseharian mengendarai matik.
Untuk kondisi jalan menanjak atau mendaki yang cukup curam, pindahkan tuas persneling ke posisi L (Low), agar transmisi mengunci di gigi 1. Beberapa mobil kerap menempatkan mode L dengan 1.
Sementara saat kondisi menurun, geser tuas ke perseneling D-3 atau overdrive (O/D) OFF, untuk memberikan efek engine brake saat melaju. Bila kecepatan di bawah 50 km/jam, dapat menggunakan posisi gigi 2. Bila jalan menurun curam, jangan ragu untuk menggunakan L atau 1.
Bila berhenti sejenak saat lampu merah, sebaiknya pindahkan tuas ke N. Saat hendak melaju dan posisi telah kembali ke D, jangan menginjak gas (full throttle) secara mendadak untuk memberi kesempatan transmisi bekerja sewajarnya.
Bila perlu, saat jalan dalam kondisi padat merayap, sebaiknya tetap menggunakan posisi D, sambil mengontrol pedal rem sesuai kebutuhan. Hindari memindahkan tuas secara sering agar kemungkinan valve rusak akibat berakselerasi mendadak semakin kecil.
Deteksi dini
Setelah perawatan dan perilaku sudah dijabarkan, kini langkah selanjutnya mendeteksi awal gangguan yang mungkin bakal mendera mobil matik Anda. Pengecekan dini, periksa kebocoran gasket di transmisi. Normalnya, volume oli sesuai dengan kebutuhan dan batas toleransi. Oleh karena itu saat ganti oli (ATF) harus dilakukan jika sudah waktunya. Kekurangan pelumas dapat menimbulkan kerusakan.
Setelah perawatan dan perilaku sudah dijabarkan, kini langkah selanjutnya mendeteksi awal gangguan yang mungkin bakal mendera mobil matik Anda. Pengecekan dini, periksa kebocoran gasket di transmisi. Normalnya, volume oli sesuai dengan kebutuhan dan batas toleransi. Oleh karena itu saat ganti oli (ATF) harus dilakukan jika sudah waktunya. Kekurangan pelumas dapat menimbulkan kerusakan.
Letak bak penampung pelumas transmisi di bawah butuh perhatian. Komponen ini begitu rentan dari kemungkinan tersenggol polisi tidur, batu, atau halangan lainnya. Bila tidak, berakibat kebocoran cairan. Kebocoran tersebut dapat menghentikan mekanisme kerja transmisi otomatis.
Segera kuras oli transmisi bila mobil matik Anda melintas pada genangan air tinggi. Potensi air genangan merembes ke transmisi girboks begitu besar. Akibatnya, bisa merusak girboks bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Jangan ambil risiko untuk hal ini.
Cara perawatan transmisi otomatis sebenarnya tidaklah sulit seperti yang diperkirakan banyak orang. Perawatan transmisi otomatis yang dilakukan sama dengan perawatan yang dilakukan terhadap transmisi manual, berupa pengecekan terhadap kualitas minyak transmisi otomatis (hampir sama dengan minyak rem/Automatic Transmission Fluid dan bukan termasuk oli) dan kebocoran dari packing-packing yang ada. Malah sebenarnya lebih simple dari manual seperti pada mobil Honda All New Jazz, Honda All New CRV dan Mobil Honda terbaru lainnya .
Namun
kualitas minyak untuk transmisi otomatis Honda Jazz ini bila dipergunakan sebagaimana semestinya dan tidak
ada kebocoran, bisa tahan 50 ribu kilometer sampai 100 ribu kilometer. ”Malah
sebenarnya bisa sampai 200 ribu kilometer, jelas Agus Susanto Kepala Bengkel PT
Hyundai Mobil Indonesia. Ia mengatakan, kopling transmisi otomatis ini lebih
efisien karena berdaya tahan lama dari oli transmisi manual. Kopling ini
terendam dalam bak minyak transmisi dan tidak bergesekan langsung. Berbeda
dengan transmisi manual dengan sistem kopling kering yang bersentuhan dengan
“roda gila”.
Kesan
bahwa transmisi Mobil Honda CRV otomatis perawatannya sulit dan tidak semua
bengkel yang bisa menanganinya adalah memang benar. Tetapi bukankah kalau
kendaraan Honda CRV dan Honda Jazz diperlakukan dengan benar dalam artian
dirawat dengan baik, maka tidaklah mungkin transmisi akan mengalami kerusakan
dengan sendirinya. “Yang penting kalau kendaraan mengalami mogok dan ketika
harus didorong, bagian roda mobil yang digerakkan transmisi tersebut harus
diangkat. Tidak boleh menyentuh jalan ketika ditarik,” jelas Kepala Bengkel PT
Hyundai Mobil Indonesia tersebut.
Alasannya
adalah, pada sistem transmisi otomatis, putaran mesin tersebut dipindahkan
untuk memutar roda melalui minyak transmisi yang disemprotkan ke tiap gigi
percepatan tersebut. Sedangkan bila ditarik yang terjadi adalah proses
kebalikannya, di mana putaran roda akan menghasilkan tekanan kepada katup
solenoid yang tertutup karena mesin tidak dihidupkan. “Yang biasanya rusak
adalah seal-seal, dan bila sudah parah pompa minyak transmisi tersebut yang
akan rusak,” jelas Agus.
Tergantung
Pemakaian
Namun
cepat atau tidaknya, baik transmisi otomatis maupun manual tersebut memang
tergantung dari pemakaiannya. Bisa saja dari cara membawanya yang kasar,
ataupun kendaraan membawa beban lebih. Karena itu setiap pengemudi sewajarnya
mengetahui fungsi-fungsi dari tiap huruf dan angka yang tertera dituas
transmisi otomatis tersebut. Misalnya saja angka 1, berarti diperuntukkan bagi
tanjakan dan turunan yang sangat curam. Kalau dipakai terus untuk jalur yang
datar hanya akan memboroskan bahan bakar saja.
Putaran
mesin dan kecepatan yang diraih tidak seimbang. Bila posisi tuas di 2,
sebaiknya digunakan bila menghadapi jalan yang menanjak dan menurun yang tidak
terlalu curam dan jangka waktu yang agak lama. Sedangkan untuk posisi D ini
sama artinya dengan posisi gigi 3, yang diperuntukkan perjalanan dalam kota
atau normal.Untuk menghadapi jalur lurus yang dapat ditempuh dalam kecepatan
tinggi serta dalam waktu yang lama dapat mengaktifkan tombol Over Drive (O/D).
Gunanya untuk menurunkan putaran mesin yang otomatis dapat menurunkan konsumsi
bahan bakar. Posisi ini sama saja dengan gigi 4. Namun sekarang percepatan
transmisi otomatis ini tidak hanya sampai 4 saja, sudah sampai 5 percepatan.
Gigi 1, 2, 3, D dan Over Drive. Posisi lain yang harus diketahui kegunaannya
adalah posisi N, P dan R. Posisi N ini dapat digunakan ketika berada di lampu
merah.
Dari
posisi D sebaiknya digeser ke posisi N. Sedangkan posisi P ini digunakan ketika
memarkirkan kendaraan. “Mobil tidak akan jalan ketika di starter,” ujar Agus.
Fungsi huruf R adalah kependekan dari Reverse, artinya digunakan untuk mundur Mengemudi di jalanan Ibu Kota yang
kian macet paling enak menggunakan mobil berpersneling otomatis. Kaki tidak
harus pegal menginjak pedal kopling. Namun, sebagian orang malah takut atau
justru terlena memakai mobil otomatis.Hampir setiap mobil keluaran baru selalu
menawarkan dua pilihan persneling atau transmisi, yakni manual dan otomatis (automatic transmission sering
disingkat matic atau
matik). Dengan transmisi manual, pengemudi harus menginjak pedal kopling
sebelum memindah gigi persneling. Sementara dengan transmisi matik, mereka
hanya menginjak pedal gas dan gigi persneling berpindah secara otomatis.
Sebagian orang enggan membeli mobil matik karena takut mitos perawatan
mahal dan jika rusak tak banyak bengkel yang bisa memperbaiki. “Pendapat ini tak salah
karena faktanya di Indonesia belum banyak yang bisa memperbaiki transmisi
matik,” ujar Ricky Ricardo Dipl. Ing, pemilik bengkel spesialis transmisi
otomatis Ricardo Matic di Cikokol, Tangerang.
Namun, mitos itu baru benar bila persneling matik dibiarkan rusak karena
tak tahu cara merawat. “Perawatan mobil matik justru bisa lebih murah daripada
manual kalau dilakukan dengan benar. Pada mobil manual, kopling set persneling
rata-rata harus ganti setiap dua tahun. Sedangkan mobil matik umurnya bisa
lebih lima tahun, bergantung pada pemakaian,” kata Tunjung Pangajom, Asisten
Manajer Parts and Service PT Mazda Motor Indonesia, agen tunggal merek
Mazda di Indonesia.
Terlena
Sebaliknya, orang yang sudah merasakan kenyamanan mobil matik biasanya terlena. Apalagi dengan iming-iming bahasa pemasaran tentang transmisi otomatis “bebas perawatan” atau “berumur seumur hidup”, pemakai mobil matik bisa enggan merawat persneling mobil. “Setiap benda buatan manusia pasti ada umur pakainya. Sebagus apa pun transmisi matik kalau dipakai terus-menerus pasti aus, apalagi kalau pemakaiannya tak benar,” ujar Ricky.
Sebaliknya, orang yang sudah merasakan kenyamanan mobil matik biasanya terlena. Apalagi dengan iming-iming bahasa pemasaran tentang transmisi otomatis “bebas perawatan” atau “berumur seumur hidup”, pemakai mobil matik bisa enggan merawat persneling mobil. “Setiap benda buatan manusia pasti ada umur pakainya. Sebagus apa pun transmisi matik kalau dipakai terus-menerus pasti aus, apalagi kalau pemakaiannya tak benar,” ujar Ricky.
Salah satu perawatan mendasar yang jarang diperhatikan adalah penggantian
oli secara rutin. Padahal, oli transmisi otomatis(automatic transmission fluid/ATF) adalah komponen vital dalam
sistem transmisi matik. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli juga berperan
sebagai penerus daya gerak mesin. Dosen Jurusan D3 Otomotif Institut Teknologi
Indonesia, Serpong, itu menambahkan, sekitar 85 persen kerusakan persneling
matik yang masuk bengkelnya karena kelalaian mengganti oli. “Sepuluh persen
sisanya karena faktor usia dan lima persen sebab kesalahan pemakaian,” ujarnya.
Salah satu kesalahan fatal pengguna mobil matik adalah termakan bahasa
iklan, transmisi otomatis tak perlu ganti oli “seumur hidup” (lifetime). “Iklan itu tak salah. Namun yang perlu dicermati
adalah arti kalimat ‘seumur hidup’. Ini bukan berarti ‘umur hidup’
pemakainya, tetapi ‘umur hidup’ mobil,” kata Ricky.
Bila mobil dirancang memiliki ‘umur hidup’ enam tahun, oli transmisi
matik-bahkan transmisinya sendiri-didesain untuk bertahan selama enam tahun. “Kalau mau berusia
lebih panjang dari lifetime itu, ya harus dirawat rutin,” tandasnya.
Tunjung menambahkan, salah kaprah pemahaman lain adalah menganggap
transmisi otomatis tak dilengkapi kopling dan kanvas kopling lagi. “Padahal, di
transmisi matik jumlah kanvas koplingnya justru lebih banyak dibandingkan
dengan transmisi manual,” ujarnya.
Kanvas-kanvas kopling ini akan saling bergesekan pada saat persneling
bekerja menggerakkan mobil. Dari gesekan tersebut, timbul serpihan serbuk
halus. Makin tua umur oli, makin berkurang kekentalan dan viskositasnya.
Gesekan antarkanvas kopling makin keras dan makin banyak serpihan yang
dihasilkan. “Lama-lama serbuk itu menyumbat filter oli sehingga oli tak
bersirkulasi sempurna dan kanvas kopling saling bergesekan langsung tanpa
dilumasi oli,” tutur Ricky.
Tanda-tanda mulai terjadi kerusakan transmisi matik adalah gejala kopling
selip, yang terlihat dari tak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil.
Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil tak berjalan dengan laju
seimbang. Perpindahan gigi persneling juga mengentak, tak halus seperti biasa.
“Bisa dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu rem dilepas.
Dalam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut dicurigai ada
masalah di transmisi matik,” katanya.
Sedangkan Tunjung menganjurkan pemeriksaan kondisi oli transmisi otomatis
secara rutin, juga pada mobil baru. “Bila volume oli berkurang atau oli bau
gosong, segera bawa mobil ke bengkel,” ujarnya.
Rutin
Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat tongkat pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak persneling (gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan Eropa seperti Audi, pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk itu, mobil harus diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa masuk kolong mobil.
Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat tongkat pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak persneling (gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan Eropa seperti Audi, pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk itu, mobil harus diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa masuk kolong mobil.
Ricky menganjurkan setiap pemilik mobil matik mengganti oli transmisi
setiap 5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu,
setiap 20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti penggantian
filter oli transmisi. “Tujuannya, mengeluarkan serpihan-serpihan itu,” ujar
Ricky yang juga membuka Sekolah Transmisi Otomatis bagi mekanik, pemilik
bengkel, dan guru otomotif ini.
Biaya ganti dan kuras oli matik relatif lebih mahal dibandingkan dengan
manual. Pada mobil manual, setiap penggantian oli persneling rata-rata
membutuhkan biaya Rp 90.000, sedangkan matik mencapai Rp 150.000-Rp 200.000.
Untuk pengurasan bisa sampai Rp 500.000. Mungkin harga itu sebanding dengan
kenyamanan mengemudi mobil matik di jalan macet. Lebih baik Anda mengeluarkan
uang untuk perawatan rutin daripada merogoh dompet hingga jutaan rupiah guna
perbaikan transmisi matik yang rusak. “Biaya overhaul transmisi matik rata-rata
Rp 3-5 juta. Itu baru ongkos jasa, belum termasuk penggantian onderdil yang
jauh lebih besar. Untuk mobil Eropa, penggantian gearbox matik bisa mencapai Rp
60 juta,” paparnya.
Referensi
Lampiran Instrumen
Penilaian
A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP
-
Penilaian Observasi
Penilaian observasi
berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik
terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung
dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
No
|
Nama Siswa
|
Sikap spiritual
|
Sikap sosial
|
Jumlah Skor
|
||
Mensyukuri 1-4
|
Jujur
1-4
|
Kerja sama 1-4
|
Harga diri 1-4
|
|||
1
|
Zulkifli
|
|||||
2
|
Sugih Handoyo
|
|||||
3
|
Nanang Haryono
|
|||||
4
|
Wiwid
|
|||||
5
|
Said
|
|||||
a. Sikap Spiritual
Indikator sikap
spiritual “mensyukuri”:
•
Berdoa
sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran
•
Memberi
salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut
•
Saling
menghormati, toleransi
•
Memelihara
hubungan baik dengan sesama teman sekelas.
Rubrik pemberian
skor:
•
4
= jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
•
3
= jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
•
2
= jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
•
1
= jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
b. Sikap Sosial
1. Sikap jujur
Indikator sikap
sosial “jujur”
•
Tidak
berbohong
•
Mengembalikan
kepada yang berhak bila menemukan sesuatu
•
Tidak
nyontek, tidak plagiarism
•
Terus
terang.
Rubrik pemberian skor
•
4
= jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
•
3
= jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
•
2
= jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
•
1
= jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
2. Sikap kerja sama
Indikator sikap
sosial “kerja sama”
•
Peduli
kepada sesama
•
Saling
membantu dalam hal kebaikan
•
Saling
menghargai/ toleran
•
Ramah
dengan sesama.
Rubrik pemberian skor
•
4
= jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
•
3
= jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
•
2
= jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
•
1
= jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
3. Sikap Harga diri
Indikator sikap
sosial “harga diri”
•
Tidak
suka dengan dominasi asing
•
Bersikap
sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek
•
Cinta
produk negeri sendiri
•
Menghargai
dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri.
Rubrik pemberian skor
•
4
= jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
•
3
= jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
•
2
= jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
•
1
= jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN
Kisi Kisi Soal Uraian
Nama
Sekolah :
Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program
Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi
Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (C3)
Mata
Pelajaran : Pemeliharaan Sasis Kendaraan Ringan
Kelas
/ Semester : XI / I
KD
|
Kompetensi
Dasar
|
Bahan/
Kelas
Semester
|
Konten/
Materi
|
Level
Kognitif
|
Indikator
Soal
|
Bentuk Soal
|
No Soal
|
3.3
|
Menerapkan
cara perawatan transmisi otomatis
|
XI / 1
|
· Prosedur dan teknik perawatan transmisi
otomatis
|
Pemahaman (C2)
|
· Menentukan cara perawatan transmisi
otomatis
· Menentukan cara pemeriksaan minyak
pelumas transmisi otomatis
|
Uraian
|
1 sd 6
|
· Teknik perawatan transmisi otomatis
|
Penerapan (C3)
|
Uraian
|
7
|
||||
· Prosedur pengecekan hasil perawatan
transmisi otomatis
|
Analisis (C4)
|
Uraian
|
8,9,10
|
Soal Uraian :
1. Uraikan
cara merawat transmisi otomatis secara mudah ?
2. Rincikan
cara untuk memeriksa oli tranmisi ?
3. Bagaimana
proses overhaul transmisi otomatis itu?
4. Apakah
kelemahan yang terjadi bila transmisi menggunakan sistem slidingmesh atau
sliding clutch?.
5. Apakah
alasan rasional dan fisik penggunaan sistem synchronmesh pada transmisi
kendaraan? Secara singkat jelaskan cara kerjanya!.
6. Bagaimana
prosedur yang dilakukan untuk merawat transmisi manual kendaraan? Dan perawatan
apakah yang perlu dilakukan secara berkala?
7. Dalam
kaitannya dengan proses perwatan transmisi manual, kapan transmisi diputuskan
harus dibongkar dari kendaraan?
8. Mengapa
sebelum proses pembongkaran transmisi manual kendaraan haarus ditumpukan pada
jack stand dan berapa 53 jumlah jack stand yang diperlukan? Identifikasi proses
pemasangan jackstand!
9. Mengapa
baik pada saat pembongkaran maupun pada saat pemasangan transmisi harus pada
posisi datar? Bagaimana cara yang perlu dilakukan untuk memposisikan transmisi
tersebut?
10. Apakah
alasannya saat melepas propeller shaft perlu diberi tanda terlebih dahulu?
Apakah akibatnya bila langkahh pemberian tanda tersebut tidak dilakukan?
Pedoman Penskoran Soal Uraian
:
NO SOAL
|
KUNCI
JAWABAN
|
SKOR
|
1.
|
Jawaban
:
C Memeriksa
dan mengganti oli secara teratur
Penggantian oli secara umum
dihitung dari jarak atau lamanya penggunaan mobil. Idealnya oli transmisi
otomatis mobil diganti setiap 50.000 km setelah digunakan, namun jika Anda
termasuk pengguna mobil yang aktif dan sering melewati wilayah macet
sebaiknya Anda mengganti oli lebih sering.
C Posisikan
transmisi secara tepat
Ketika menggunakan transmisi otomatis, pastikan
untuk selalu menempatkan posisi tuas transmisi pada posisi netral (N) saat
mobil berhenti. Jika Anda sering membiarkan tuas mobil Anda pada posisi Drive
(D) sama saja Anda membiarkan kanvas kopling mobil terus bergesekan. Kondisi
kanvas yang aus dapat membuat kinerja transmisi otomatis mobil tidak optimal.
C Hindari
tancap gas secara tiba tiba
Saat akan mulai menjalankan mobil matic pastikan
untuk tidak langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Hal tersebut dapat
mengganggu kualitas katup solenoid.
C Panaskan
mobil sebelum bepergian
Mungkin terdengar sangat sepele tapi jika dibiarkan,
hal ini dapat membuat mesin mobil matic
Anda terganggu. Usahakan untuk membiasakan melakukan pemanasan mesin
mobil pada pagi hari sebelum Anda pergi beraktivitas. Pastikan pula tuas
transmisi mobil matic Anda berada pada posisi N saat mobil Anda dipanaskan.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
15
|
|
2.
|
Jawaban
:
C Langkah pertama untuk
melakukan penggantian cairan atau oli transmisi ialah memeriksa kadar oli
transmisi terlebih dahulu, Anda dapat menggunakan tongkat celup untuk
memeriksa kadarnya. Kendaraan dengan transmisi otomatis memiliki cairan
transmisi berwarna merah atau hijau dengan tujuan agar dapat dibedakan dengan
oli mesin atau cairan lain. Anda dapat memeriksa tingkat oli transmisi ketika
mesin dalam kondisi hidup.
C Berikutnya, kendaraan harus
diparkirkan di permukaan jalan yang rata juga datar. Selain itu, Anda juga
perlu menyiapkan dongkrak untuk menyangga kendaraan. Dongkraklah mobil Anda
sampai dapat dipastikan bahwa Anda mempunyai ruang yang pas untuk masuk ke
dalam bagian bawah kendaraan. Pastikan juga bahwa dongkrak telah menyangga
dan menopang mobil dengan aman untuk menjaga keamanan Anda dalam melakukan
proses penggantian cairan transmisi.
C Setelah mobil telah diparkir
dan didongkrak dengan benar, mulailah Anda melakukan pencarian letak baki oli
transmisi. Untuk menemukan letak komponen tersebut mengharuskan Anda memasuki
bagian bawah mobil, baki transmisi dapat Anda temukan pada bagian bawah
transmisi dengan memiliki jumlah baut sekitar enam sampai delapan buah.
C Ketika menemukan letak baki,
Anda perlu melakukan pemeriksaan. Siapkan wadah berbahan plastik yang besar
untuk menguras oli transmisi. Untuk melakukan pengurasan cairan tersebut,
Anda cukup melepas tutup pengurasan yang terletak di tengah baki, biarkan
seluruh oli terkuras ke dalam wadah yang telah disiapkan.
C Mulailah melakukan
pengurasan oli transmisi. Cairan akan terkuras ketika Anda membuka baut dan
melepaskan bakinya. Dalam proses ini, tangan Anda tentu akan terkena sedikit
oli, untuk itu Anda dapat menggunakan sarung tangan.
C Berikutnya Anda perlu
melakukan pemeriksaan terhadap oli yang telah dikuras. Anda perlu
membersihkan seluruh komponen di dalam baki transmisi beserta cairan yang
tersisa. Pastikan bahwa oli transmisi terkuras sepenuhnya.
C Sebelum mengganti oli
transmisi yang baru, Anda perlu memeriksa filter oli transmisi sekaligus
gasketnya, jika komponen tersebut sudah tidak layak pakai seperti retak atau
bocor, penting untuk Anda melakukan penggantian.
C Pemilihan oli transmisi juga
harus Anda perhatikan dengan benar, pastikan bahwa Anda memilih oli transmisi
baru yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda.
C Pada sebagian kendaraan,
penambahan atau penggantian oli transmisi dapat langsung dituangkan ke baki
transmisi. Setelah melakukan proses tersebut, pasang kembali tutup pengurasan
beserta unit baki transmisi. Gunakan kunci pas soket atau torsi untuk
mengencangkannya. Tetap perhatikan bahwa baut-baut dari baki transmisi tidak
boleh dikencangkan terlalu berlebihan.
C Di sebagian kendaraan proses
penambahan atau penggantian oli transmisi juga dapat dilakukan melalui lubang
tempat pemeriksaan tingkat oli transmisi sebelumnya. Gunakan sebuah corong
untuk memasukkan cairan tersebut, tuangkan cairan dengan tingkat yang tidak
terlalu penuh dengan kisaran kurang dari cairan yang telah dikuras.
C Setelah melakukan proses
penambahan atau penggantian oli transmisi. Pastikan semua komponen yang telah
dibuka sebelumnya kembali ditutup dengan benar. Kemudian turunkan mobil dari
dongkrak secara perlahan.
C Berikutnya Anda dapat menghidupkan
mobil dan diamkan selama beberapa menit. Kemudian matikan kembali mesin, Anda
perlu memeriksa tingkat oli transmisi, jika cairan tersebut berada di level
yang rendah, Anda perlu menambahkan lebih banyak namun tetap tidak boleh
terlalu penuh.
C Oli transmisi yang telah
dikuras sebelumnya harus dibuang dengan benar, cairan satu ini terbilang
berbahaya untuk lingkungan.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
5
|
|
3.
|
Jawaban
:
C Sebelum melakukan
pembongkaran, baca terlebih dahulu berbagai informasi mengenai jenis
transmisi yang akan dibongkar sebagai referensi.
C Sebelum melakukan
pembongkaran bersihkan seluruh bagian transmisi, termasuk body valve.
C Periksa kebengkokan pompa
oli, body valve dan casing
C Ratakan permukaan pompa oli,
valve body dan casing dengan menggunakan kikir yang halus.
C Periksa seluruh celah roda
gigi pompa oli.
C Periksa play end dan gerakan
ke samping planet pinion
C Lumasi seluruh bagian planet
assembly
C Sebelum proses pemasangan
rendamlah semua material gesek didalam oli transmisi otomatis yang bersih
selama 15 - 30 menit.
C Periksa kondisi Steel Plate,
jika masih layak dapat digunakan kembali, jika kondisinya meragukan lebih
baik diganti saja, jangan pernah mengampelas komponen ini.
C Bersihkan dan haluskan
permukaan drum tempat kedudukan band.
C Periksa semua seal O-ring
dan komponen-komponen karet pada silindernya agar dapat terpasang dengan pas.
C Ganti semua bushing
C Lumasi terlebih dahulu
bearing dan thrust washer.
C Lumasi Pompa Oli
C Isi torque Converter dengan
menggunakan oli ATF
C Pasang clutch dan band
dengan nilai celah yang sesuai standard.
C Periksa endplay transmisi
C Gunakan Kunci Momen untuk
pengencangan akhir pompa oli dan body valve
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
5
|
|
4.
|
Jawaban
:
Transmisi
akan mengeluarkan suara yang kasar, dan akan terhambat pada waktu akselerasi.
Hal ini disebabkan karena model pemindahan kecepatan ini tidak dapat
dilakukan pada putaran tinggi.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
5
|
|
5
|
Jawaban
:
Rasional
penggunaan synchronmesh pada transmisi kendaraan, adalah untuk mengatasi
terjadinya kesulitan saat transmisi menggunakan sistem slidingmesh atau
clutch sliding. Sedangkan secara fisik terjadi suara yang kasar, dan
kemungkinan teerjadinya kerusakan cukup tinggi. Cara kerjanya synchronhub
mengerem roda gigi yang akan disambung tanpa harus menunggu putaran turun
terlebih dulu, begitu putaran sama maka dilanjutkan dengan proses
penyambungan.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
15
|
|
6
|
Jawaban
:
Pertama
memeriksa dan menyetel sistem pemindah kecepatan, kedua memeriksa dan
mengganti pelumasan, dan ketiga memeriksa dan memperbaiki kerusakan
transmisi. Bila kemungkinan tersebut tidak ada, maka perawatan selanjutnya
adalah mengganti minyak pelumas secara berkala berdasarkan jumlah kilometer
perjalanan kendaraan dan melihat kebocoran oli, serta memerikasa pelumas
handel presneling.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
10
|
|
7
|
Jawaban
:
Transmisi
diturunkan, bila gejala kerusakan transmisi sudah keluar dari wilayah
pemeliharaan.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
5
|
|
8
|
Jawaban
:
Pertama
untuk mendapatkan ruangan yang cukup untuk bekerja. Kedua agar kendaaraan
tidak bergerak dan memberikan ruangan yang cukup untuk mengeluarkan dan
memasukan transmisi dari kolong bawah kendaraan. Jack stand yang diperlukan
sebanyak empat buah. Cara pemasangan jack stand adalah bisa dua sekaligus
atau satu persatu, yaitu dengan mendongkrak mobil hingga tinggi yang
diharapkan, kemudian mengatur tempat jackstand pada posisi yang paling aman
dan menyetelnya.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
20
|
|
9
|
Jawaban
:
Untuk
menghindaari kerusakan pilot bearing ataupun poros input transmisi, dan
menghindari kemungkinan jatuh bila posisi transmisi miring. Mengikat
transmisi pada dongrak baik menggunakan rantai atau baut
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
5
|
|
10
|
Jawaban
:
Pertama
saat pemasangan dapat dikembalikan pada posisi semula, dan mengefektifkan
waktu pemasangan. Bila tidak ditandai kemungkinan saat dipasang kembali tidak
pada posisi semula. Bila ini terkait dengan masalah keseimbang-an poros makan
akan terjadi kondisi tidak balance saat mobil dipergunakan.
|
|
SKOR MAKSIMUM
|
15
|
|
TOTAL SKOR MAKSIMUM
|
100
|
|
Kisi
Kisi Soal Pilihan Ganda
Jenjang Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Sasis Kendaraan
Ringan
Kurikulum : 2013
Kelas : XI
Bentuk Soal : Pilihan Ganda
KD
|
Kompetensi
Dasar
|
Bahan/
Kelas
Semester
|
Konten/
Materi
|
Level
Kognitif
|
Indikator
Soal
|
Bentuk Soal
|
No Soal
|
3.3
|
Menerapkan
cara perawatan transmisi otomatis
|
XI / 1
|
· Perawatan transmisi otomatis
|
Pemahaman
(C2)
|
· Menentukan cara perawatan transmisi otomatis
|
PG
|
1
Sd
10
|
Soal Pilihan Ganda :
Berilah tanda silang (x) pada
salah satu huruf a, b, c, d, dan e di depan jawaban yang paling tepat !
1. Fungsi dari transmisi manual pada kendaraan adalah ?
a.
Memutuskan dan
menghubungkan putaran mesin
b.
Menjalankan kendaraan
c.
Merubah percepatan dari
lambat ke cepat
d.
Memperbesar momen pada
saat momen besar di perlukan
e.
Mempercepat laju
kendaraan
2. Fungsi dari roda gigi singcromesh pada transmisi manual adalah ?
a.
Mengatur putaran mesin
ke as propeller
b.
Menyerempakan putaran
roda gigi
c.
Mengatur putaran pada
saat kendaraan belok
d.
Untuk menghubungkan dan
memudahkan putaran input shaft ke output shaft melalui counter gear
3. Komponen Synchromes yang berfungsi untuk menyerempakan putaran adalah ?
a.
Shifting key
b.
Sleeve Hub
c.
Cluth Hub
d.
Syncrhronizering
e.
Spring Key
4. Komponen Synchromes yang berhubungan dengan Output Shaft melalui Spiln
(alur) adalah ?
a.
Shifting key
b.
Sleeve Hub
c.
Cluth Hub
d.
Syncrhronizering
e.
Spring Key
5. Komponen Synchromes yang bergerak
maju mundur pada alur bagian luar clutch Hub
adalah ?
a.
Shifting key
b.
Sleeve Hub
c.
Cluth Hub
d.
Syncrhronizering
e.
Spring Key
6. Komponen Synchromes yang meneruskan gaya tekan dari hub sleeve selanjutnya
ditekan ke synchronizering agar terjadi pengereman pada bagian tirus gigi
percepatan (dudukan synchronizering)
adalah ?
a.
Shifting key
b.
Sleeve Hub
c.
Cluth Hub
d.
Syncrhronizering
e.
Spring Key
7. Komponen Sistem Transmisi yang berfunsi untuk meneruskan teb\naga putar
dari kopling ke transmisi adalah
a.
Input Shaft
b.
Output Shaft
c.
Speed Gear
d.
Counter Gear
e.
Reverse Idle Gear
8. Komponen Sistem Transmisi yang berfunsi untuk meneruskan tenaga putar dari
transmisi ke propeller shaft adalah
a.
Input Shaft
b.
Output Shaft
c.
Speed Gear
d.
Counter Gear
e.
Reverse Idle Gear
9. Gigi Sulit masuk pada transmisi manual disebabkan oleh :
a.
Ring Synchromes Aus
b.
Garpu Pemindah atau Hub
sleeve rusak
c.
Counter shaft gear aus
d.
Gaasket bocor
e.
Pelumas tidak tepat
10. Membongkar secara menyeluruh , membersihan , memeriksa seluruh komponen dan
merakoitnya kembali dengan menggunakan komponen bawaanya atau dengan komponen
yang baru serta melakukan penyetelan agar komponen tersebut dapat berfungsi
sebagaimana mestinya di sebut
a.
Pemeriksaan
b.
Penyetelan
c.
Overhoul
d.
Pemeliharaan
e.
Perbaikan darurat
Pedoman Penskoran Soal Pilihan
Ganda :
NO SOAL
|
KUNCI
JAWABAN
|
SKOR
|
|
Benar
|
Salah
|
||
1
|
Jawaban
: D
|
1
|
0
|
2
|
Jawaban
: D
|
1
|
0
|
3
|
Jawaban
: D
|
1
|
0
|
4
|
Jawaban
: C
|
1
|
0
|
5
|
Jawaban
: B
|
1
|
0
|
6
|
Jawaban
: E
|
1
|
0
|
7
|
Jawaban
: A
|
1
|
0
|
8
|
Jawaban
: B
|
1
|
0
|
9
|
Jawaban
: A
|
1
|
0
|
10
|
Jawaban
: C
|
1
|
0
|
TOTAL
SKOR MAKSIMUM
|
10
|
0
|
|
C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN
Nama
Sekolah :
Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program
Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi
Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (C3)
Mata
Pelajaran : Pemeliharaan Sasis Kendaraan Ringan
Kelas
/ Semester : XI / I
No
|
Komponen/Sub
Komponen
|
Pencapaian
Kompetensi
|
|||
Tidak
|
Ya
|
||||
CK
7,0-7,9
|
K
8,0-8,9
|
SK
9,0-10
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
I
|
Persiapan Kerja (Skor maksimal 30)
|
||||
1.1 Penggunaan pakaian kerja
|
|||||
1.2 Persiapan tools and equipment
|
|||||
1.3 Persiapan buku manual
|
|||||
§
Melakukan perawatan
transmisi otomatis
§
Mengontrol kafasitas minyak transmisi otomatis
§ Mengontrol tekanan minyak pada system transmisi
otomatis
|
|||||
Sikap kerja
|
|||
a. kerapihan dalam bekerja
|
Bekerja dengan rapih
|
85 - 100
|
|
Bekerja dengan cukup rapih
|
75 - 84
|
||
Bekerja dengan kurang rapih
|
65 - 74
|
||
b. Kedisiplinan dalam bekerja
|
Bekerja dengan disiplin
|
85 - 100
|
|
Bekerja dengan cukup disiplin
|
75 - 84
|
||
Bekerja dengan kurang disiplin
|
65 - 74
|
||
c. Ketelitian dalam bekerja
|
Bekerja dengan teliti
|
85 - 100
|
|
Bekerja dengan cukup teliti
|
75 - 84
|
||
Bekerja dengan kurang teliti
|
65 - 74
|
||
d. ketekunan dalam bekerja
|
Bekerja dengan tekun
|
85 - 100
|
|
Bekerja dengan cukup tekun
|
75 - 84
|
||
Bekerja dengan kurang tekun
|
65 - 74
|
||
RATA-RATA SIKAP
KERJA
|
|||
4
|
Waktu
|
||
Penyelesaian pekerjaan
|
Selesai sebelum waktu berakhir
|
85 - 100
|
|
Selesai tepat waktu
|
75 - 84
|
||
Selesai setelah waktu berakhir
|
65 - 74
|
||
RATA-RATA WAKTU
|
|||
Pengolahan Nilai Keterampilan :
Nilai
Praktik(NP)
|
|||||
Persiapan
|
Proses
dan Hasil Kerja
|
Sikap
Kerja
|
Waktu
|
∑
NP
|
|
1
|
2
|
3
|
5
|
6
|
|
Rata-rata
skor perolehan
|
|||||
Skor
Maksimum
|
|||||
Bobot
|
10%
|
60%
|
20%
|
10%
|
|
NK
|
|||||
Keterangan:
- Skor
Perolehan
merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
- Skor
Maksimal merupakan
skor maksimal per komponen penilaian
- Bobot diisi dengan persentase
setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan
secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot
untuk komponen penilaian adalah 100
- NK = Nilai
Komponenmerupakan
perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum
.......……..,.....................
Mengetahui
Kepala Sekolah ………. Guru
Mata Pelajaran
…………………………… ………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.